MEMBUTUHKAN BANTUAN DONOR DARAH B+, BANTUAN DOA, BANTUAN DANA SEIKHLASNYA, ATAU BANTUAN KERJASAMA DALAM BENTUK APAPUN.
Seorang teman saya bernama Mono (Alfriadi Eka Yunanto), Institut Kesenian Jakarta (IKJ) angkatan 99, membutuhkan uluran tangan. Mono terkena musibah kecelakaan di perempatan RS Bunda Menteng pada 16 November 2009, pukul 02.00 dini hari. Sekarang sedang mengalami masa kritis dan masih koma.Mengalami pendarahan di otak dan membeku sekarang,Kondisinya pasca operasi,Batok kepalanya dilepas supaya tidak menekan pembengkakan di kepala dan diletakkan di steril box untuk pemulihan. Tulang paha kanan remuk dan sampai sekarang masih belum bisa dioperasi karena sangat berisiko dan membutuhkan 2 liter darah segar (langsung) dan tidak ada alat penyambung. Lambung sempat mengalami pendarahan. Operasi dilaksanakan pada tanggal 17 November 2009 dan sampai lima hari ke depan (22 November 2009) adalah masa kritisnya. Dibutuhkan bantuan doa, donor darah dengan golongan B+, dana seikhlasnya, dan bantuan kerjasama dalam bentuk apapun. Terima kasih.
Untuk bantuan donor darah dengan golongan B+ (akan didata terlebih dahulu) atau informasi tentang keadaan Mono bisa hubungi Andy tidjels ke 08174884833 atau 99155894.
Untuk bantuan dana bisa dikasih langsung diRs.Hm Tamrin Salemba atau bisa ditransfer ke
rek. BCA 2671.351.730
atas nama RETIARA HASWIDYA
Mhn dikonfirmasi atas kirimannya
SMS ke Kaka 08129158168
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kronologis & tentang si pelaku (penabrak) malam itu:
Pelaku dari RS. Mitra membesuk adiknya dan pulang untuk mengambil baju ganti adiknya. Karena khawatir adiknya sendiri di RS, dia terburu-buru dalam perjalanan dan terjadilah musibah tabrakan itu... Pelaku menggunakan mobil sejenis sedan, pinjaman dari WWF, kantor tempat dia bekerja. Pelaku menyerahkan diri ke polisi sebagai bentuk tanggung jawabnya. Tetapi yang dibutuhkan saat emergency adalah perawatan dan pengobatan Mono. Ketika itu, Mono langsung dibawa ke UGD RS. PGI CIKINI. Untuk melakukan tindakan penanganan / sementara di UGD dibutuhkan uang sebesar tiga juta rupiah terlebih dahulu. Saat itu kebingungan, karena pelaku tidak punya uang, akhirnya dia menghubungi teman kerjanya yang bernama Mas Baskoro untuk membantu, tetapi saat itu Mas Baskoro juga tidak memegang uang tunai. AKhirnya Mas Baskoro meminjam uang teman kerjanya yang lain. Mono harus masuk ruang ICCU tetapi ternyata di RS .PGI CIKINI penuh. Dan setelah itu ditelfon semua RS di Jakarta ternyata juga penuh. Tetapi pada akhirnya, pihak RS. PGI CIKINI memberikan rujukan ke RS MH Thamrin di Salemba...
Saya akhirnya pergi ke sana bersama Mas Baskoro dan teman kerja pelaku untuk memastikan. Ternyata masih ada ruang ICCU kosong dengan syarat deposit awal 12 juta untuk dapat masuk ke ruang ICCU. Rincian biaya tindakan 20 juta, operasi 25 juta, pemasangan alat selang 500.000, kamar per hari 800.000, dan belum termasuk obat2an. Mas Baskoro minta tolong kepada pihak managemen Rumah Sakit untuk memasukkan Mono secepatnya ke ICCU dengan mengeluarkan kartu WWF dan menjamin akan menyelesaikan pembayaran di kantor besok pada waktu officehours (saat itu sudah jam 4 pagi). Akhirnya pihak adminitrasi RS. MH.Thamrin memberi keringanan untuk deposit sebesar 6 juta. Tetapi, seperti yang sudah diceritakan sebelumnya Mas Baskoro tidak memegang uang tunai pada saat itu. Akhirnya, ada seorang teman bernama Ence Bagus yang meminjamkan uang 6 juta tetapi ternyata Mono masih belum bisa ditindaklanjuti karena haru menunggu hasil CT scan dari RS PGI CIKINI. Pukul 5.30 pagi, Mono baru bisa dibawa ke RS.MH.Thamrin dan langsung masuk ke ruang UGD, diperikasa oleh 5 dokter spesialis untuk membicarakan tindakan selanjutnya. Hasilnya Mono harus segera dioperasi dengan biaya sebesar 43 juta.
Masalahnya si pelaku bukan orang yang mampu dan bisa bertanggung jawab secara finansial. Statusnya menikah dengan menumpang di rumah mertua. Tetapi Mas Baskoro berjanji kantor akan membantu walaupun sebenarnya diluar tanggung jawab pihak kantor karena di luar jam tugas dan sedang tidak mengerjakan tugas dari kantor. Setelah dibicarakan dengan pihak kantor, akhirnya pihak kantor bersedia membantu meminjamkan uang. Setelah pembayaran administrasi selesai, Mono baru bisa dioperasi pukul 14.00 atau jam 2 siang.....(kronologis singkat saat-saat darurat yang tidak menjadi darurat / tidak ada tindakan kalau kita tidak punya uang?????)
==========================================================================
KELUARGA
PENABRAK SUDAH MERASA TIDAK MAMPU LAGI SECARA FINANSIAL SEMENTARA
KEBUTUHAN PENGOBATAN MONO HARUS TERUS DIPENUHI.. UANG DEPOSIT YANG ADA
SUDAH TIDAK CUKUP LAGI UNTUK MENEBUS OBAT HARI INI. RATA-RATA
PENGELUARAN UNTUK OBAT SELAMA MASA KRITIS INI BISA 6-8 JUTA PERHARI.
19 nov 2009, 15:20 wib.....barusan kata dokter kondisinya
menurun koma,paru2 dan syaraf dibelakang bola mata
pendarahan,trombosit turun...jadi operasi bola mata belum bisa
dilaksanakan..
untuk keterangan lengkap baca di group facebook
[link]
--
the soul must go ON...!!!
--
Hello, My Name Is Aditya Fachrizal Hafiz
for more about me, search in Google.com
--
the soul must go ON...!!!
--
Hello, My Name Is Aditya Fachrizal Hafiz
for more about me, search in Google.com
--
the soul must go ON...!!!
--
Rock with me
--
Hello, My Name Is Aditya Fachrizal Hafiz
for more about me, search in Google.com
--
See...and feel the touch of Gagaz...the idea of trancendental art!
--
Hello, My Name Is Aditya Fachrizal Hafiz
for more about me, search in Google.com
Previous Page12345...Next Page